Showing posts with label Budidaya Jabon. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Jabon. Show all posts

Friday, 19 February 2016

POHON JABON KAYU POTENTIAL

BUDIDAYA JABON

 Jabon (Anthocephalus cadamba) merupakan salah satu jenis tumbuhan lokal Indonesia yang berpotensi baik untuk dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman maupun untuk tujuan lainnya, seperti penghijauan, reklamasi lahan bekas tambang, dan pohon peneduh.

 Seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan kayu, diperlukan komoditas yang memiliki pertumbuhan cepat dengan kualitas kayu yang bagus. Pohon budidaya jabon merupakan salah satu komoditas kehutanan unggulan karena dalam jangka waktu 5 tahun diameter kayunya sudah mencapai 30 – 40 cm. Budidaya Jabon bisa dipanen dalam dua tahap, yaitu tahun ketiga dengan diameter kayu 20 – 25 cm, biasanya disebut dengan penjarangan. Tahap terakhir disebut panen raya, biasanya pada tahun kelima.

 “Harga kayu cenderung naik 10% pertahun. Itu karena kayu alam kian langka,” kata Capt M Sain Latief, direktur muda umum personalia PT Kutai Timber Indonesia (KTI), Jawa Timur. Industri kayu pun menyiasati dengan berpaling ke kayu hasil budidaya. Dulu 100% industry kayu menggunakan kayu alam. Kini sebanyak 50% sudah menggunakan kayu hasil budidaya jabon atau sengon. Banyak industry menargetkan 4 – 5 ke depan sudah menggunakan 100% kayu budidaya.

Ciri Fisik Pohon Jabon


KLASIFIKASI JABON (Budidaya Jabon)

Batang

Jabon merupakan salah satu jenis pohon gugur daun (deciduos). Tinggi jabon dapat mencapai 40 – 45 meter dengan tinggi bebas cabang (TBS) 30 meter dan diameter batang setinggi dada (DBH) 100 – 160 cm. secara fisik, batang jabon relative ramping, lurus, kadang-kadang berbanir kecil dengan setinggi 50 – 150 cm yang menyebar keluar sekitar 60 cm dari pangkal batang.
Pada jabon muda, kulit batang berwarna kuning kecoklatan sampai cokelat dan bertekstur halus. Makin tua umurnya, tekstur kulit batangnya menjadi pecah-pecah dan mengelupas. Cabang dan rantingnya menyebar secara horizontal. Tajuk pohon berbentuk paying dan relative kecil.

Daun

Bentuk datu jabon agak oval dan elips dengan arah daun saling berhadapan. Daun jabon berukuran 15 – 50 cm x 8 – 25 cm dengan panjang tangkai 2,5 – 6 cm.

Bunga

Jabon dapat menghasilkan bunga dengan diameter 3,5 – 6 cm. bunga jabon berbentuk bulat dan gemuk dengan warna jingga. Biasanya, jabon mmulai berbunga pada umur 4 – 5 tahun. Bunga kepala berukuran besar (4,5 – 6 cm), lidah daun kelopak letaknya tegak, berdaging, dan di ujungnya terdapat bulu. Daun mahkota pada bunga jabon seluruhnya tidak berlulu. Aroma bunganya tercium harum lembut.
buah jabon

Buah

Jabon berbuah setahun sekali pada saat musim berbunga, yakni pada Bulan Januari hingga Juni dan akan matang pada Bulan Maret – Juni. Jumlah bunga majemuk 33 buah per kilogram. Buah jabon berbentuk bulat dengan ukuran 4,5 – 6 cm dan memiliki ruang-ruang biji yang sangat banyak. Buah jabon seperti buah majemuk layaknya buah nangka yang berukuran kecil  dengan bagian tengah padat dikelilingi oleh ruang-ruang biji. Setiap ruang biji tersebut berisi kumpulan biji. Biji jabon mengandung biji yang ukurannya sangat kecil (18 – 26 juta butir/kg). biji yang telah dikeringkan dapat bertahan selama satu tahun.

JABON MERAH


JABON MERAH DAN JABON PUTIH (Budidaya Jabon)

Fisik daun jabon merah agak mirip dengan daun jati dengan permukaan daun sedikit berbulu. Warna daun bawah cenderung agak merah dan ukuran daunnya lebih lebar dibandingkan dengan daun jabon putih. Ketika daun jabon merah sudah tua, warna lembar daun cenderung lebih merah.

Batang jabon merah berwarna merah kehitaman. Warna kayunya kemerah-merahan menyerupai kayu meranti. Kekerasan batang kayu jabon hamper setara dengan kayu mahoni. Kayu jabon merah termasuk kelas keras II dan kelas awet III dengan warna serat kayu semu merah. Jabon merah dapat hidup di bawah naungan (intoleran). Pertumbuhan budidaya jabon merah sedikit lebih lambat dibandingkan dengan budidaya jabon putih.

Budidaya Jabon merah dapat dipanen pada umur 6 – 10 tahun. Pada umur 10 tahun, volume kayu rata-rata dalam satu pohon 0,8 – 1 m3. Harga jual kayu budidaya jabon merah sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan harga budidaya jabon putih. Selisih harganya sekitar seratus hingga dua ratus ribu per kubik. Kayu budidaya jabon merah cocok sebagai bahan baku bangunan atau veneer kayu lapis.

JABON PUTIH


bibit jabon putih (Budidaya Jabon)

Jabon putih (Antocephalus cadamba) memiliki daun yang halus dan tidak berbulu dengan lebar daun sekitar 20 – 30 cm. kayu budidaya jabon putih termasuk ke dalam kelas keras III dan kelas awet IV.

Pertumbuhan budidaya jabon merah dengan umur tanam tujuh tahun setara dengan budidaya jabon putih dengan umur tanam empat tahun. Pertumbuhan budidaya jabon putih relative kurang baik apabila berada di bawah naungan (toleran). Budidaya Jabon putih dapat dipanen pada umur 5 – 6 tahun. Pada umur enam tahun, volume rata-rata dalam satu pohon adalah 0,7 – 1,2 m3. Diameter batangnya dapat tumbuh hingga 10 cm per tahun.

Suhu lingkungan optimum untuk pertumbuhan budidaya jabon sekitar 22 – 29°C. ketinggian lahan optimal untuk lokasi budidaya jabon sekitar 10 – 900 meter dpl. Bahkan, ada beberapa petani yang mengatakan bahwa budidaya jabon masih dapat tumbuh hingga ketinggian 1.500 meter dpl. Curah hujan tahunan yang diperlukan budidaya jabon sekitar 1.500 – 5.000 mm per tahun. Budidaya Jabon mampu bertahan saat musim kemarau hingga tiga bulan tanpa mengalami kerusakan.

SIFAT PENGERJAAN JABON


JABON POHON KAYU POTENSIAL (Budidaya Jabon)

Pengupasan dan Pengerjaan

Kayu budidaya jabon mudah dibuat veneer (kayu lapis) tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 92° untuk ketebalan veneer 1,5 mm. kayu budidaya jabon mudah digergaji, dapat dibentuk, dibuat lubang persegi dan diampelas dengan hasil yang baik.

Pengeringan

Kayu budidaya jabon relative mudah dikeringkan dengan sedikit cacat berupa pecah, sedikit mencekung, dan retak di bagian ujungnya. Lama pengeringan alami terhadap papan budidaya jabon dengan tebal 2,5 cm dari kadar air 82% menjadi 14% umumnya memerlukan waktu 38 hari.

Perekatan

Perekatan veneer (kayu lapis) kayu budidaya jabon biasanya menggunakan senyawa urea formaldehid (UF) untuk menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Indonesia, Jemapng dan Jerman.

BUDI DAYA POHON JABON INVESTASI YANG MENGUNTUNGKAN


Budidaya Jabon

TENTANG POHON JABON (Anthocepalus cadamba)

Jabon  (Anthocepalus cadamba)

Di Indonesia Jabon dikenal sebagai kelempayan. Tanaman ini terdapat di pulau Jawa, Sumantera, Kalimantan, Sumbawa dan Irian Jaya. Tanaman yang termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1000 m dpl.

Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demander) yang cepat tumbuh. Pada umur 3 tahun tingginya dapat mencapai 9 m dengan diameter 20 cm. Di alam bebas, pohon Jabon pernah ditemukan mencapai tinggi 45 m dengan diameter lebih dari 100 cm.

Sekilas tentang jabon

Jabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, pada usia 5-6 tahun lingkar batangnya bisa 40 sampai 50 cm, diameter Pertumbuhan antara 5-10 cm/tahun. Batangnya bebas cabang sampai 60%, warna kayunya kuning terang sampai putih, kayunya mudah dikeringkan,permukaannnya halus hingga kasar, kayunya mudah dipaku, di bor dan di lem, susutnya rendah.

Manfaat Kayu Budidaya Jabon:

  1. Kayu budidaya Jabon dapat digunakan untuk korek api, Slet (pinsil), sumpit sebab kayu budidaya jabon ringan, bahan kerajinan tangan.
  2. Sebagai Peti pembungkus atau peti kemas selain mempunyai keteguhan gesek, keteguhan pukul dan cukup ringan.
  3. Kayu budidaya Jabon juga dapatdi gunakan sebagai bahan baku kertas (pulp) dikarenakan mempunyai sifat kimia yaitu memiliki kandungan selulosa cukup tinggi ± 52.4% dan panjang serat 1.979.
  4. Kayu budidaya jabon sebagai veneer atau bahan baku kayu lapis (plywood) karena memiliki serat yang harus, berat kayu tergolong ringan, pada umumya bentuk batang silindris sehinnga tidak bayak bahan yang terbuang sewaktu masuk mesin rotary (pengupasan). Dan memunyai tingkat keuletan sehigga veneer yang di hasil kan tidak mudah robek atau patah mengingat panjang serat cukup tinggi. Untuk sekarang ini banyak di gunakan seperti yang di gunakan pada salah sayu perusahaan plywood di kab Cirebon jawa barat.

PROSPEK BISNIS TANAMAN POHON JABON


prospek budidaya jabon

Kebutuhan kayu hasil budidaya Jabon akan terus meningkat akibat efek dari kebijakan pemerintah, tentang pelarangan penebangan kayu dari hutan alam, namun disamping itu sisi baiknya, Pemerintah Menerbitkan PP No.6 Tahun 2007 tentang HTR Hutan Tanaman Rakyat, salah satunya adalah HTR Pola mandiri , untuk jenis tanaman masyarakat diberi kebebasan dalam memilih, namun disarankan tanaman yang mempunyai daur (umur) pendek 8 tahun, memiliki nilai ekonomi tinggi serta mudah dalam pemasarannya.

Prospek bisnis budidaya jabon sangat menguntungkan. Seiring dengan Kebutuhan kayu nasional yang mencapai lebih dari 60 juta m³/tahun menjadi latar belakang adanya peluang bisnis yang menarik untuk dikembangkan dan kenaikan harga jual kayu hasil budidaya jabon, Pendapat yang sama juga disampaikan Menteri Kehutanan MS Kaban terkait soal upaya pemerintah dalam mengantisipasi semakin menyusutnya ketersediaan kayu, dengan mengembangkan hutan tanaman industri dan hutan tanaman rakyat, serta kayu perkebunan.

Masih terkait dengan keterpurukan industri kayu lapis, data yang dihimpun Asosiasi Panel Kayu Indonesia (Apkindo) hingga akhir April 2006 menunjukkan bahwa dari 128 industri yang terdaftar, hanya tersisa 53 pabrik yang masih produksi, 26 pabrik berhenti sementara, dan sisanya 49 pabrik berhenti total . Sebanyak 53 pabrik yang saat ini masih beroperasi, bahkan kapasitas produksinya tidak maksimal atau bisa dikatakan seadanya.

Sedangkan kebutuhan kayu dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sementara hutan di Indonesia semakin kritis. saat ini kayu hasil budidaya Jabon merupakan kayu yang cukup populer sebagai bahan baku vinir, kayu lapis, dan pulp.

NILAI EKONOMIS BUDIDAYA TANAMAN JABON


NILAI EKONOMIS BUDIDAYA JABON
Budidaya jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Perkiraan dalam 5 – 6 tahun mendatang, diperoleh dari penjualan 1000 pohon berumur 5 – 6 tahun dengan hasil kayu sebanyak 800 – 1.000 m3 per ha. Prediksi harga budidaya jabon pada 5 tahun mendatang Rp 1,2-juta/m3. Dengan harga jual Rp 1,2-juta per m3 dan produksi 800 m3, maka omzet dari penanaman budidaya jabon mencapai Rp 960-juta per ha. Saat ini harga per m3 budidaya jabon berumur 4 tahun mencapai Rp 716.000; umur 5 tahun, Rp 837.000. Andai harga budidaya jabon tak terkoreksi naik alias Rp 716.000 per m3, maka omzet dari budidaya jabon ‘hanya’ Rp 572.800.000. Biaya penanaman dan pemupukan selama 5 tahun diperkirakan Rp 30.000 / batang . sehingga kalau kita lihat dari asumsi ini budidaya Jabon sangatlah menjanjikan baik dari segi keuntungan maupun waktu yang tidak terlalu panjang dalam berinvestasi.

PELUANG INVESTASI

"Budidaya Jabon Bagaikan Menanam Batangan Emas Diladang Kita Sendiri"
sebab kebutuhan kayu akan terus meningkat, dan saat ini pemerintah melarang penggunaan kayu bulat hasil tebangan hutan alam, akibatnya banyak industri tutup akibat kekurangan pasokan kayu, jadi pada masa mendatang, harga kayu budidaya jabon akan semakin meningkat terus, seiring dengan Menipisnya kayu baik di pulau Jawa dan Kalimantan.

HARGA KAYU BUDIDAYA JABON

Harga Kayu budidaya Jabon pekubik pada tahun 2009
  1. Midle 30 - 39 Rp. 1.000.000,-
  2. Midle 40 - 49 Rp. 1.100.000,-
  3. Midel 50 Up Rp. 1.200.000,-

Contoh Perhitungan Investasi Kayu Jabon

contoh perhitungan investasi kayu jabon (Budidaya Jabon)
Dengan pola kerjasama dengan Paguyuban Budidaya Jabon Mandiri , Fee jasa pengurusan 20%, perhitungan di bawah ini masih perkiraan-perkiraan standar/asumsi.

  • Asumsi
Area tanah 1 Ha milik sendiri
umur investasi 5-6 tahun.
harga kayu jabon Rp.800.000/kubik
Biaya panen Rp.100,000/m3

  • Hasil Panen Budidaya Jabon :
1 Ha dengan jarak tanam 2×3 maka akan jadi 1.100 pohon, jika 1 pohon menghasilkan 1 kubik maka jumlah hasil panen 1.100 kubik
Hasil panen 1.100 kubik x Rp.800,000 = Rp.880,000,000

  • Pengeluaran:
Biaya land clearing, penanaman, pemeliharaan dan keamanan selama 5 tahun Rp52.493.465.00
Biaya panen 1,100 kubik x Rp100.000 = 110.000.000
Jumlah pengeluaran Rp.52.493.465 + Rp.110.000.000 = Rp.162.493.465

  • Keuntungan Investasi
Hasil panen – Pengeluaran >>Rp.880.100.000 – Rp.162.493.465 = Rp.717.657.765,00
Fee Paguyuban 20% x Rp717.657.765 = Rp.143.531.557,00
Penerimaan/hak Investor = Rp.574.126.208,00

Catatan :
  1. Panen dilakukan pada tahun ke 5
  2. Harga penjualan, nilai biaya adalah estimasi, sedangkan item kegiatan adalah tetap
  3. Rincian realisasi kegiatan akan dilaporkan dalam laporan kegiatan
  4. Jumlah biaya pengeluaran yang dikeluarkan oleh investor ( asumsi Rp.162.493.465) akan dikembalikan kepada investor.

APA KEUNGGULAN KAYU JABON

APA KEUNGGULAN KAYU JABON (Budidaya Jabon)

  • Batang Budidaya Jabon bisa tumbuh dengan diameter 10 cm / tahun, (lebih cepat dari kayu albasia) batangnya lurus keatas, kayu budidaya jabon tidak mudah susut. 
  • Siap panen dalam waktu kurnag dari 5 tahun, biasanya 4 tahun sudah dipanen.
  • Tidak perlu memotong cabangnya karena cabang bisa memotong sendiri/ rontok sendiri.
  • Budidaya Jabon dapat tumbuh di tanah liat, dapat tumbuh di tanah lempung bahkan juga dapat bertumbuh di tanah berbatu.
  • Sekali tanam dapat dipanen 2 – 3 kali, karena tunasnya dapat cepat tumbuh.
  • PERAWATAN MUDAH
  • PEMASARAN MUDAH, sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis, itu dikarenakan kayunya berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, selain kayu lapis industri lain siap menyerap diantaranya industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks
  • Prediksi harga budidaya jabon pada 5 tahun mendatang Rp1,2-juta/m3

TEKNIK TANAM JABON SUPER & TANAMAN TUMPANG SARI


TEKNIK TANAM JABON SUPER & TANAMAN TUMPANG SARI (Budidaya Jabon)
Tanaman Jabon merupakan tanaman keras yang cepat dalam menghasilkan uang bagaikan menanam Emas batangan dilahan sendiri.
Tanaman ini bisa mencapai hasil yang maksimal asalkan dalam tehnik menanam dilakukan dengan cara yang benar baik jarak dan cara pemupukan nya selama dibudidayakan +/- selama 5-6 th , Adapun Jarak yang ideal dalam budidaya jabon adalah sbb :

Dalam 1 Ha tanah dapat ditanami Pohon Budidaya Jabon sebanyak :
Ukuran 3 X 3 M = 10,000 : 9 = 1,110 pohon
Ukuran 3 X 4 M = 10,000 : 12 = 833 pohon
Ukuran 4 X 4 M = 10,000 : 16 = 635 pohon
Ukuran 5 X 4 M = 10,000 : 20 = 500 pohon
Bila Tanaman budidaya Jabon yang kita budidayakan dapat lebih berdaya guna , maka kita bisa tanam tumpang sari di sela - sela tanaman jabon ( Yang paling baik setelah budidaya jabon berusia > 6 Bulan ) Dengan Tumpang sari : Kates, Nilam, kunyit, jagung, cabe dll

Tumpang sari kates:
Bila ditanam pada model tanaman 4 x 5 m / 4 X 4 M / 3 X 4 M
  • Tanaman Budidaya Jabon 625 Pohon
  • Tumpangsari Kates seperti pada gambar sebanyak 574 Pohon, bila ditanam Jarak 3 x 3 M
  • Tanaman Jabon : 1.110 Pohon
  • Tumpangsari : Nilam, kunyit , Nanas

Thursday, 18 February 2016

Kelebihan dan Keistimewaan Pohon Jabon

Selama ini, hutan kita telah memberikan banyak manfaat, baik dari segi ekonomi, sosial maupun lingkungan. Secara ekonomi, hutan kita telah memberi banyak manfaat, antara lain kayu, damar, rotan, bambu, dan bahan minyak asiri.

Secara sosial, hutan juga telah memberi nuansa budaya bagi bangsa kita ini. Sedangkan secara lingkungan, hutan juga ikut andil bagian dalam menjamin keselamatan bumi dari bahaya pemanasan global dan masalah-masalah bumi lainnya.

Tetapi karena laju penebangan hutan yan demikian cepat dari tahun ke tahun, tampaknya akan sulit untuk menjaganya tetap seimbang.

Oleh karena itu untuk mengimbangi laju peningkatan kebutuhan kayu, diperlukanlah pohon kayu yang mampu menghasilkan kayu secara cepat. Salah satunya adalah pohon sengon. Namun karena tanaman sengon akhir-akhir ini mulai sering terserang hama dan penyakit yang serius, maka banyak petani kayu yang beralih pada tanaman kayu lainnya. Sebagian besar mereka memilih pohon jabon.

Seperti halnya sengon, pohon jabon memiliki banyak keistimewaan dan kelibihan dibandingkan dengan pohon kayu lainnya termasuk pohon sengon.

Kelebihan dan Keistimewaan Pohon Jabon

  1. Pertumbuhan pohon jabon amat cepat
    Hanya dalam waku 6 tahun, pohon jabon dapat mencapai tinggi 18 meter dengan memiliki diameter batang di atas 40 cm. Pertumbuhan yang cepat ini rata-rata berlangsung hingga pohon jabon berumur 8 tahun.
  2. Pohon jabon cenderung tumbuh lurus
    Pohon kayu yang dapat tumbuh lurus lebih disukai oleh para industri kayu. Kayu yang lurus akan menghaslkan volume kayu gergajian yang lebih besar dibandingkan dengan kayu yang tidak lurus.

    Pohon jabon memiliki kecenderungan tumbuh lurus dengan sedikit percabangan sekitar 70 hingga 80 persen dari bagian batang jabon yang tidak bercabang. Jadi apabila tinggi pohon jabon mencapai 18 meter maka sekitar 12,6 hingga 14,4 meternya merupakan batang lurus yang tidak bercabang.
  3. Pohon jabon mudah dibudidayakan
    Pohon jabon termasuk pohon kayu yang mudah sekali dibudidayakan. Bahkan tanpa perawatan yang optimal pun, pohon jabon dapat tumbuh besar tapi dengan kecepatan pertumbuhan yang relatif lambat.

    Oleh karena itu kita sebagai petani pohon jabon harus tahu dan mempraktekkan ilmu budidaya jabon sehingga diharapkan nantinya kita bisa mendapatkan hasil kayu yang cepat dengan kuantitas dan kualitas kayu yang tinggi.
  4. Serangan hama dan penyakit terhadap pohon jabon masih sedikit
    Penyakit karat tumor, serangan hama boxtor dan ulat kantong kecil yang sangat merugikan petani sengon belum pernah ada yang menyerang pohon jabon.

    Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang pohon jabon tidak sampai menyebabkan kerusakan fatal pada kondisi pohonnya.
  5. Harga kayu pohon jabon tergolong cukup murah
    Dari segi harga, kayu dari pohon jabon relatif lebih murah dibandingkan dengan kayu-kayu konvensional, seperti jati, meranti dan ulin, namun dari segi kualitas kayu pohon jabon bisa diandalkan.

    Banyak sekali konsumen yang menyukai kayu semacam ini. Sehingga tidaklah susah kalo ingin memasarkannya.
  6. Tekstur kayu pohon jabon cukup halus
    Kayu dari pohon jabon memiliki tekstur yang sangat halus dan lurus berbeda denga tekstur kayu lainnya yang kadang bercabang, beranting bahkan tumbuh menyamping. Kayu bertekstur halus ini sangat cocok banget untuk bahan baku industri kertas (pulp) dan kayu lapis (polywood).
  7. Beberapa bagian dari pohon jabon memiliki khasiat obat
    Di India Pohon jabon merupakan sumber obat tradisional. Kulit batang dan daunnya sering dijadikan obat luka, antiseptik, antiracun dan penurun demam.

Karakteristik Pertumbuhan dan Kualitas Kayu Jabon

Seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan kayu, sehingga diperlukanlah komoditas kayu yang memiliki pertumbuhan yang cepat dengan diimbangi kualitas kayu yang bagus.

Salah satu hasil hutan (hutan prodduksi) adalah kayu jabon. Kayu jabon merupakan salah satu komoditas kehutanan unggulan, karena hanya dalam jangka waktu 5 tahun saja diameter kayunya sudah mencapai 30 - 40 cm.

Kayu jabon bisa dipanen dalam dua tahap, yaitu:
  • (Penjarangan) Pada tahun ke-tiga dengan memiliki diameter kayu jabon sekitar 20 - 25 cm,
  • (Panen raya) Pada tahun ke-lima.

Kelebihan yang paling dominan dan terkenal dari kayu jabon di seantaro dunia adalah memiliki kecepatan tumbuh yang sangat cepat bila dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya.

Karakteristik Pertumbuhan dan Kualitas Kayu Jabon


Dengan pertumbuhan:
  • Riap diameter 7 - 10 cm pertahun,
  • Riap tinggi 3 - 6 m pertahun.

Secara alami kayu jabon memiliki batang yang lurus dan silinder dengan cabang-cabang kecil mendatar dan memiliki kemampuan pemangkasan alami dengan sendirinya. Sehingga pada saat pertumbuhan batang kayu jabon bisa tumbuh dengan bebas dan tinggi.

Sebagai bahan baku dalam industri kayu, pemanfaatan kayu jabon sudah cukup luas. Salah satunya adalah dalam usaha pertukangan, pembuatan kayu lapis, papan blok, papan serat, papan partikel, peti buah, cetakan beton, mainan anak-anak, kelom, pulp (bahan baku kertas), dan sebagai bahan baku korek api.

Perlu diketahui bahwa kayu jabon memiliki kepadatan yang rendah (0,42 g/cm3) dengan bobot jenisnya berkisar 0,42 tapi disertai dengan kandungan selulosa yang cukup tingg yaitu 52,40%.

Oleh karena itu perlu ada rencana penanaman untuk kayu jabon dari awal. Untuk memenuhi kebutuhan industri pertukangan, kayu jabon dapat ditanam dengan umur 5 hingga 10 tahun. Sedangkan untuk bahan baku industri pulp, cukup ditanam dengan umur 4 hingga 5 tahun saja dari awal pertamakali penanaman.

Mengenal Tanaman Jabon

Klasifikasi Tanaman Jabon
Kongdom : Paltae
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisi : Spermatophyta (berbiji)
Divisi : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae (kopi-kopian)
Genus : Anthosephalus
Spesies : Anthocephalus cadamba

Sebenarnya tanaman jabon sudah ditanam oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Namun popularitasnya baru muncul setelah terjadinya serangan penyakit pada tanaman sengon yang mengakibatkan kerusakan pada kualitas kayu dan bahkan bisa membuat tanamannya mati.

Tanaman jabon berasal dari daerah beriklim muson tropis. Tanaman jabon lebih menyukai tempat yang lembab, seperti di tepi sungai dan rawa.

Tanaman jabon terbilang bongsor. Tingginya bisa mencapai 45 meter dengan memiliki diameter sekitar 100 hingga 160 cm. Kelebihan lain dari tanaman ini memiliki batang yang lurus dan silindris. Sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan baku industri kayu.

Di Indonesia, tanaman jabon sudah tersebar hampir di seluruh pelosok daerah. Mulai dari Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

Syarat Lokasi Tanaman Jabon


Tanaman jabon dapat tumbuh pada ketinggian dengan kisaran 0 hingga 1.000 meter dpl. Tetapi lebih disarankan menanamnya pada tempat dengan ketinggian tidak lebih dari 500 meter dpl agar pertumbuhan dan produktifitasnya lebih optimal.

Sedangkan jenis tanah yang bagus untuk tanaman jabon adalah tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab. Umumnya tanaman jabon ditemukan di hutan sekunder dataran rendah, di dasar lembah, sepanjang sungai dan punggung bukit.

Tapi perlu diingat bahwa pertumbuhan tanaman jabon akan terganggu jika ditanam di lahan yang memiliki kedalaman air tanah yang dangkal atau di tempat yang tergenang air. Genangan air ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman jabon menjadi tidak produktif, daun menguning dan rontok, cabang lebih terkumpul di bagian pucuk pohon, serta jarak antar ruas menjadi pendek.
Dari berbagai sumber
Lis Sutrisno